
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) turut berduka cita atas wafatnya Hj. Kupa Binti Lapabonda, ibunda dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Koltim, Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd. Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada usia 111 tahun di rumah anak di Kelurahan Kambu, Kota Kendari, Jumat (13/02/2026).
Almarhumah juga merupakan ibunda dari H. Amir Sahaka (mantan Wakil Bupati Kolaka dan Penjabat Bupati Kolaka) serta H. Syahrir Sahaka (mantan Wakil Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka).
Sejak kabar duka tersebut tersebar, para pelayat dari berbagai kalangan memadati rumah duka di kediaman pribadi Yosep Sahaka untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir. Jenazah selanjutnya diberangkatkan ke Kelurahan Inebenggi, Kecamatan Mowewe, sebagai tempat peristirahatan sementara.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat tampak hadir di rumah duka, di antaranya Bupati Kolaka H. Amri Jamaluddin, S.STP., M.Si., unsur Forkopimda Kolaka dan Koltim, Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., Sekda Koltim Rismanto Runda, S.Sos., M.M., Kapolres Koltim AKBP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Koltim Kompol Syariddin, S.H., serta jajaran Wakil Rektor I dan III Universitas Sembilanbelas November Kolaka.
Hadir pula para kepala OPD, asisten, staf ahli, mantan Sekda Koltim H. Anwar Sanusi dan Lafala, S.E., para camat, lurah, dan kepala desa se-Koltim, Sekretaris Jenderal Lembaga Adat Provinsi, para tokoh adat Mekongga dan Kolaka Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga dan kerabat.
Prosesi adat Metawe atau Sara Mberamesi untuk almarhumah telah dilaksanakan sebelum dilanjutkan dengan salat jenazah bersama para santri Pondok Pesantren Mowewe dan para pelayat. Tausiah disampaikan oleh Ustaz Nuramin, S.Pd.I., M.Si., selaku pimpinan Pondok Pesantren Mowewe.
Riwayat hidup almarhumah dibacakan oleh Plt Asisten I Sekda Koltim, Marwan, S.Sos., Hj. Kupa Binti Lapabonda lahir di Mowewe pada tahun 1915 dan wafat pada Jumat, 13 Februari 2026. Semasa hidupnya, almarhumah meninggalkan delapan orang anak, 30 cucu, dan 20 cicit.
Mewakili keluarga, Bupati Kolaka H. Amri Jamaluddin S.STP., M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah takziah yang telah hadir memberikan doa. Ia juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhumah terdapat perkataan atau sikap yang kurang berkenan.
“Kami mewakili keluarga memohon maaf apabila selama hidup almarhumah terdapat kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan di hati Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila terdapat janji almarhumah yang belum sempat ditunaikan, keluarga membuka ruang komunikasi untuk penyelesaiannya.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan almarhumah yang dikenal sebagai sosok orang tua yang sederhana dan penuh kasih di tengah keluarga besarnya.
Laporan : Asrianto Daranga