KOLTIM, NUANSA SULTRA – Dalam rangka menegakkan prinsip good governance dan integritas birokrasi, Bupati Kolaka Timur, Abd Azis, SH., MH., menyatakan sikap tegas terhadap praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah Kolaka Timur. Komitmen ini menjadi sinyal kuat terhadap reformasi birokrasi yang bersih, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kekuasaan.

 

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Bupati Azis usai melakukan peninjauan program prioritas nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG), di SD Negeri 1 Tirawuta pada Senin lalu, (14/04/2025).

 

Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang mencatut namanya untuk kepentingan transaksional jabatan akan ditindak secara tegas oleh pimpinan daerah.

 

“Kalau misalnya ada ditemukan oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan Bupati, maka mau tidak mau kami dari pimpinan daerah akan melakukan tindakan tegas,” ujarnya.

 

Sikap ini menegaskan peran penting kepala daerah dalam menjaga integritas sistem pemerintahan serta mencegah terjadinya praktik nepotisme dan korupsi dalam birokrasi publik.

 

Bupati Azis juga mendorong peran aktif media dan masyarakat untuk mengawasi dan mengevaluasi proses pelantikan pejabat di lingkup Pemerintah Daerah Kolaka Timur. Ia menantang secara terbuka agar rekam jejak setiap pelantikan pejabat dapat ditelusuri secara objektif.

 

“Selama kepemimpinan saya, tolong dicek siapa-siapa yang dilantik, bayar atau tidak,” ungkapnya.

 

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat transparansi dan akuntabilitas, Bupati Abd.Azis menunjukkan keberpihakan kepada reformasi birokrasi yang berbasis pada kompetensi dan bukan transaksionalitas.

 

Lebih lanjut, Bupati Azis menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku memiliki akses khusus atau bisa memfasilitasi jabatan dengan imbalan tertentu. Ia menegaskan bahwa selama kepemimpinannya, setiap pejabat yang dilantik tidak pernah dipungut biaya atau diberlakukan transaksi apa pun.

 

“Jangan percaya. Jangan sampai ada oknum yang mengatasnamakan saya, itu tidak benar. Karena selama saya melantik pejabat di Kolaka Timur, satu rupiah pun saya tidak pernah minta,” Tegasnya.

 

Pernyataan ini menjadi bagian penting dalam Penegakan integritas di tingkat daerah, khususnya dalam mengikis budaya patronase dalam birokrasi. Dengan langkah konkret dan keterbukaan informasi, Bupati Kolaka Timur berupaya membangun pemerintahan yang berwibawa, meritokratis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkeadilan.

 

Penulis Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Jika Gibran Tidak Memenuhi Syarat, Apakah Akan Berimbas Kepada Prabowo?

Oleh : Andre Darmawan Advokat/Ketua DPD KAI Sulawesi Tenggara Nuansa Sultra – Permohonan PHPU No 1/2026 yang diajukan oleh Prof. Denny Indrayana...

Read out all

Kriyanusa 2026 Hadirkan 410 Stan, Dekranasda Koltim Tampilkan Produk Kriya Daerah

Jakarta, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut ambil bagian dalam pameran nasional...

Read out all

Oknum Polisi Diduga Ejek Massa Saat Demo Hari Tani, Polda Bengkulu Dalami Video Viral

Bengkulu, Nuansa Sultra – Aksi demonstrasi memperingati Hari Tani Nasional di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Pada Kamis (24/9/2026), berujung kericuhan dan menjadi...

Read out all

Pemkot Kendari Evaluasi 3.038 PPPK Paruh Waktu, 68 Tak Lanjut

Kendari, Nuansa Sultra – Pemerintah Kota Kendari mulai memfinalisasi evaluasi terhadap 3.038 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu hasil penerimaan 2025...

Read out all

Guruh Soekarno Putra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Jakarta, Nuansa Sultra – Seniman sekaligus politikus Guruh Soekarno Putra meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pagi dalam usia 73 tahun. Putra bungsu...

Read out all

Bapenda Koltim Targetkan PAD Rp17,72 Miliar pada 2026

Koltim, Nuansa Sultra – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp17,72 miliar pada 2026....

Read out all