
- 0
- 295 words
Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membagikan masker gratis kepada masyarakat di enam kecamatan untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker menyasar pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Kegiatan ini didukung Dinas Kesehatan sebagai upaya mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Perwakilan BPBD Koltim, Dewa, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kolaka Timur sejak 24 Agustus 2026.
“Hari ini personel kami melakukan pembagian masker kepada masyarakat pengguna jalan secara serentak di enam kecamatan, yakni Lalolae, Mowewe, Tirawuta, Loea, Ladongi, dan Dangia,” kata Dewa. Selasa (20/10/2026)
Selain membagikan masker, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melindungi diri dari paparan asap, terutama saat kualitas udara menurun.
Dampak karhutla tersebut menyebabkan sejumlah wilayah diselimuti kabut asap. Berdasarkan informasi yang disampaikan, kualitas udara berada dalam kategori sedang menurut rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kesehatan.
Pemantauan sebaran asap juga menjadi perhatian karena dampaknya berpotensi meluas ke sejumlah wilayah di Sulawesi dan sekitarnya.
Dewa mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polutan,” ujarnya.
Ia juga meminta warga segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan, seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata setelah terpapar kabut asap.
Menurut Dewa, penanganan dampak karhutla membutuhkan kerja sama seluruh unsur, baik pemerintah maupun masyarakat, agar risiko dan dampak bencana dapat ditekan.
“Kami bersama unsur terkait mengajak masyarakat mengikuti imbauan pemerintah serta memantau informasi resmi BMKG mengenai perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca,” tutupnya.
Penulis : Asrianto Daranga