
- 0
- 706 words
Jakarta, Nuansa Sultra – Karier birokrasi Dr. Asmawa Tosepu, A.P., M.Si., tidak berhenti di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Birokrat asal Sulawesi Tenggara itu mendapat kepercayaan memimpin sejumlah daerah, mulai dari Kota Kendari, Kabupaten Bogor, hingga Kabupaten Belitung Timur.
Perjalanan tersebut menempatkan Asmawa dalam lintasan karier pemerintahan yang mencakup tugas administratif di tingkat pusat dan tanggung jawab langsung mengelola pemerintahan daerah. Pengalaman itu menjadi bagian penting dari kiprahnya sebagai aparatur sipil negara.
PROFIL SINGKAT
Nama : Dr. Asmawa Tosepu, A.P., M.Si.
Tempat, tanggal lahir : Wonggeduku, Sulawesi Tenggara, 15 Oktober 1974.
Pendidikan : Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya.
Bidang : Pemerintahan dan administrasi publik.
Karier : Birokrat Kementerian Dalam Negeri.
PENDIDIKAN KEPAMONGPRAJAAN DAN AKADEMIK
Asmawa mengawali pendidikan tinggi melalui STPDN, lembaga pendidikan kedinasan yang kemudian menjadi bagian dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia tercatat sebagai lulusan tahun 1997.
Setelah menempuh pendidikan kepamongprajaan, Asmawa melanjutkan studi magister di Universitas Gadjah Mada (UGM). Pendidikan lanjutan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperkuat kompetensi di bidang pemerintahan dan administrasi publik.
Bahan profil juga menyebutkan bahwa Asmawa menyelesaikan pendidikan doktoral di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Malang. Namun, rincian tahun kelulusan, gelar doktor, dan judul disertasinya masih perlu dikonfirmasi melalui sumber akademik resmi.
MENITI KARIER di KEMENDAGRI
Asmawa membangun karier birokrasi di lingkungan Kemendagri dan dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi Kemendagri serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana.
Pada 22 Februari 2022, Asmawa dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemendagri. Jabatan tersebut berkaitan dengan dukungan administrasi dan tata kelola internal kementerian.
Pengalaman di lingkungan kementerian menjadi bekal ketika Asmawa mendapat penugasan untuk memimpin pemerintahan daerah sebagai penjabat kepala daerah.
KEMBALI KE DAERAH ASAL SEBAGAI Pj WALI KOTA KENDARI
Pada 10 Oktober 2022, Asmawa dilantik sebagai Penjabat (Pj.) Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menggantikan Sulkarnain Kadir yang masa jabatannya berakhir.
Penugasan tersebut memiliki arti tersendiri karena Asmawa merupakan putra daerah yang kembali menjalankan tanggung jawab pemerintahan di wilayah asalnya. Ia memimpin Kota Kendari hingga akhir Desember 2023.
DIPERCAYA MEMIMPIN KABUPATEN BOGOR
Setelah menyelesaikan tugas di Kendari, Asmawa kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin daerah. Pada 30 Desember 2023, ia dilantik sebagai Pj. Bupati Bogor oleh Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin di Gedung Sate, Bandung.
Asmawa menggantikan Iwan Setiawan yang masa jabatannya berakhir pada tanggal tersebut. Kabupaten Bogor memiliki wilayah dan persoalan pemerintahan yang kompleks, sehingga penugasan itu menuntut kemampuan koordinasi serta pengelolaan pelayanan publik.
Pada awal masa jabatannya, sejumlah persoalan menjadi perhatian, termasuk kemacetan di kawasan Puncak, penataan kawasan, dan polemik angkutan tambang di Parungpanjang.
Asmawa menjalankan tugas sebagai Pj. Bupati Bogor hingga September 2024.
PENUGASAN SEBAGAI Pjs BUPATI BELITUNG TIMUR
Pada 1 Oktober 2024, Asmawa dikukuhkan sebagai Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penunjukan itu dilakukan untuk mengisi sementara jabatan kepala daerah karena Bupati Burhanudin dan Wakil Bupati Khairil Anwar menjalani cuti untuk mengikuti Pilkada 2024.
Sebagai Pjs. Bupati, Asmawa bertugas memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap berjalan sekaligus mengawal pelaksanaan Pilkada agar berlangsung aman, lancar, dan demokratis.
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyebut masa tugas tersebut berlangsung sekitar dua bulan, terhitung sejak Oktober hingga November 2024.
PENGALAMAN LINTAS WILAYAH
Rangkaian penugasan Asmawa memperlihatkan perjalanan birokrat yang bergerak dari pemerintahan pusat ke daerah. Di Kemendagri, ia menjalankan tugas yang berkaitan dengan administrasi, tata kelola, dan dukungan kelembagaan. Sementara itu, pengalaman sebagai penjabat kepala daerah memberinya tanggung jawab langsung dalam mengelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Perpaduan pengalaman tersebut menjadi bagian dari pemahaman mengenai hubungan antara kebijakan pemerintah pusat dan pelaksanaannya di daerah. Setiap penugasan juga menuntut kemampuan berkoordinasi dengan berbagai pihak, menjaga kesinambungan pelayanan, serta menjalankan pemerintahan sesuai ketentuan yang berlaku.
PENGHARGAAN DAN PENGABDIAN
Dalam perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur negara, Asmawa Tosepu juga tercatat menerima Satyalancana Karya Satya X Tahun dan XX Tahun dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara terhadap masa pengabdian aparatur sipil negara.
JEJAK KARIER BIROKRAT ASAL SULAWESI TENGGARA
Perjalanan Dr. Asmawa Tosepu menunjukkan lintasan karier pemerintahan yang mencakup pengalaman di tingkat pusat dan daerah. Dari lingkungan Kemendagri hingga penugasan sebagai kepala daerah sementara, ia menjalankan tanggung jawab dalam ruang lingkup pemerintahan yang berbeda.
Kiprah tersebut menjadi gambaran bahwa karier birokrasi dibangun melalui pendidikan, pengalaman, kompetensi, dan kemampuan menjalankan amanah. Bagi generasi aparatur pemerintahan, perjalanan Asmawa dapat menjadi referensi mengenai pentingnya pengembangan kapasitas dan pengabdian dalam pelayanan publik.
Penulis: Asrianto Daranga