KENDARI, NUANSA SULTRA – Musyawarah Adat Tolaki Pusat yang dijadwalkan akan segera digelar dalam waktu dekat menjadi agenda strategis bagi penguatan eksistensi masyarakat adat di Sulawesi Tenggara. Agenda ini dinilai sangat penting karena menyangkut arah kebijakan dan perjuangan adat ke depan, termasuk upaya pengakuan formal terhadap desa adat yang selama ini belum terwujud secara hukum di wilayah tersebut.

 

Ponggawa Aha Banderano Tolaki, Hedianto Ismail, menyampaikan harapannya Kepada Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT) Pusat agar dapat memperjuangkan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Adat. Menurutnya, regulasi ini sangat krusial dalam menciptakan struktur kelembagaan adat yang sah dan memiliki kekuatan hukum untuk mengelola wilayah adat secara mandiri.

 

Hedianto menyoroti persoalan serius terkait pengklaiman sepihak atas tanah ulayat oleh pihak-pihak tertentu yang dinilai tidak menghormati prinsip-prinsip adat. Tanah ulayat seharusnya berada di bawah pengelolaan komunitas adat melalui lembaga desa adat yang diakui secara hukum. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun desa adat yang terbentuk secara resmi di Sulawesi Tenggara.

 

“Keberadaan Perda Desa Adat akan menjadi tonggak penting untuk memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat atas tanah, budaya, dan struktur sosial mereka tidak diabaikan oleh sistem hukum nasional,” tegas Hedianto saat diwawancarai pada Minggu, (18/05/2025).

 

Ia menambahkan bahwa pengakuan terhadap desa adat juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan ruang bagi desa adat untuk diatur secara khusus.

 

Lebih lanjut, Hedianto menekankan pentingnya mendukung penuh ketua LAT Pusat yang bebas dari kepentingan politik praktis. Lembaga adat, menurutnya, harus berdiri di atas nilai-nilai kearifan lokal dan independen dari pengaruh kekuasaan politik agar tetap menjadi penjaga warisan budaya dan pelindung hak-hak masyarakat adat secara murni.

 

Musyawarah ini juga menjadi ajang refleksi bagi masyarakat Tolaki dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Arus pembangunan, modernisasi, serta perubahan sosial yang cepat menuntut adanya regulasi yang tidak hanya melindungi masyarakat adat, tetapi juga mampu menjembatani nilai-nilai tradisional dengan kebutuhan zaman modern.

 

Dengan adanya musyawarah nantinya, diharapkan masyarakat adat Tolaki dapat memperkuat posisinya dalam struktur sosial dan pemerintahan daerah melalui jalur hukum yang sah. Perjuangan untuk menghadirkan Perda Desa Adat bukan sekadar langkah administratif, tetapi juga simbol keberlanjutan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Penulis : Asrianto Daranga.

Author

nuansasultra@gmail.com

Related Posts

Pemkab Koltim Melalui BPBD Distribusikan Bantuan Logistik bagi Rumah Warga Terdampak Bencana

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan logistik berupa atap seng...

Read out all

Wakili Sekda, Irwan Kara Buka Penyuluhan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi ASN Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur menyelenggarakan penyuluhan kemahiran berbahasa Indonesia bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Organisasi Perangkat...

Read out all

Dinas Pendidikan Kolaka Timur Sosialisasikan SIMPEGNAS, Perkuat Disiplin dan Efisiensi Kepegawaian Digital

Koltim, Nuansa Sultra – Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Timur menggelar sosialisasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian Nasional (SIMPEGNAS) bagi kepala sekolah jenjang TK,...

Read out all

Plt. Bupati Koltim Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Berbasis Agroindustri

Koltim, Nuansa Sultra – Plt. Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja...

Read out all

Kadis Ketapang Paparkan Strategi Peningkatan Nilai Produk Lokal Koltim, Dari Bahan Baku Pertanian ke Produk Olahan

Koltim, Nuansa Sultra – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kolaka Timur (Koltim), Dr. Ir. Idarwati, M.M., memaparkan strategi pembangunan pangan dan ekonomi...

Read out all

Musrenbang RKPD 2027, Eka Saputra Soroti Harga Pangan, Minta Pemda Hadir Perkuat Sektor Pertanian Koltim

Koltim, Nuansa Sultra – Ketua Komisi I DPRD (Koltim), Eka Saputra, ST., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Perencanaan 2027 yang berlangsung...

Read out all